Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

Hormon Wanita Ada Pada Tumbuhan

Selama ini mungkin orang telah mengetahui bahwa hormon progesteronterbaru menemukan pohon kenari punya hormon progesteron. dimiliki oleh manusia dan hewan. Tapi penelitian Progesteron merupakan hormon seks perempuan yang diproduksi di ovarium. Hormon dari golongan steroid ini berpengaruh pada siklus menstruasi perempuan, kehamilan dan embriogenesis.
Hormon progesteron berfungsi menaikkan faktor pertumbuhan epidermal, meningkatkan temperatur inti selama ovulasi, mengurangi kejang dan rileks otot polos (memperluas saluran pernapasan dan mengatur lendir), anti-inflamasi, mengurangi kandung empedu kegiatan, normalisasi darah dan pembekuan pembuluh darah.

Dan baru-baru ini, peneliti telah menemukan hormon seks perempuan ini di pohon kenari. Hal ini merupakan penemuan besar, karena sebelumnya orang hanya tahu bahwa progesteron hanya terdapat pada manusia dan hewan.
Sampai saat ini, peneliti berpikir bahwa selain manusia hanya hewan yang bisa memproduksi progesteron. Sebuah hormon steroid yang disekresi oleh ovarium, progesteron mempersiapkan rahim untuk kehamilan dan mempertahankan kehamilan. Sebuah versi sintetis, progestin, digunakan dalam pil KB dan obat-obatan lain.

“Pentingnya indikasi yang jelas dari progesteron tidak dapat dilebih-lebihkan,” tulis Guido F. Pauli dan rekannya dalam jurnal American Chemical Society dari Produk Alami, seperti dilansir dari LiveScience, Selasa (25/5/2010).
Menurut Pauli, meskipun peran progesteron dalam biologi telah banyak dipelajari pada mamalia, tapi alasan kehadirannya pada tumbuhan masih kurang jelas.

Peneliti berspekulasi bahwa hormon progesteron, seperti hormon steroid lainnya, mungkin menjadi bioregulator kuno yang berevolusi miliaran tahun yang lalu, sebelum munculnya tumbuhan dan hewan moderen.
Penemuan baru bisa mengubah pemahaman ilmiah tentang evolusi dan fungsi progesteron dalam hidup organisme.

Peneliti sebelumnya mengidentifikasikan zat mirip progesteron pada tumbuhan, dan berspekulasi bahwa hormon itu sendiri ada di tumbuhan.
Pauli dan rekannya menggunakan dua teknik kekuatan laboratorium, yaitu resonansi magnet inti dan spektroskopi massa, untuk mendeteksi progesteron dalam daun pohon kenari jenis Common Walnut atau English Walnut.
Pauli juga mengidentifikasi lima progesteron yang terkait steroid pada tumbuhan, termasuk pada famili bunga buttercup.

Sumber: Somplak.com
read more

Ibu Melahirkan Batu Permata di Takalar

Perasaan Suhartina bercampur aduk, antara sedih dan kecewa. Sembilan bulan mengandung, bukan jabang bayi yang ke luar, sesuai harapannya. Namun, justru ratusan batu warna-warni mirip permata.
Kejadian aneh yang terungkap Senin kemarinmenggegerkan warga Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar, Sulawesi Selatan. Berbondong-bondong,warga mengunjungi rumah pasangan Suhartina-Daeng Tawang ini untuk membuktikan kejadian langka itu. Di sana mereka menyaksikan sekitar 100 batu permata dan seorang ibu yang terbaring lemas.

Suhartina tak habis pikir, mengapa bukan anak yang ia dambakan yang lahir. “Yang keluar justru permata-permata ini,” kata dia, Selasa 4 Oktober 2011.
Ia juga mengaku kaget dan tak habis pikir, bagaimana bisa bayi yang dikandungannya hilang dan terganti begitu saja dengan permata.
Padahal, selama kehamilan, ia mengaku tidak merasa memiliki kelainan setiap melakukan pemeriksaan di dokter.
Bisakah seseorang yang mengandung sembilan bulan melahirkan batu?
Dikonfirmasi VIVAnews.com, ahli kandungan, Ferryal Loethan mengimbau masyarakat tidak langsung percaya dengan cerita-cerita aneh semacam itu, yang tidak dilihat dengan mata kepala sendiri.

“Misalnya zaman dulu kita mendengar ada cerita bayi, ajaib, akhirnya setelah beberapa lama tidak terbuktu,” kata dia saat dihubungi Selasa malam.
Secara logika dan keilmuwan, dia menjelaskan, sesuatu yang terjadi di dalam kandungan adalah turunan atau janin yang dibentuk sperma dan sel telur. Janin itu bisa hidup atau mati. “Jika janin mati bisa berubah bentuk, jadi mengeras, seperti mumi, ada beberapa kejadian. Tapi tidak mungkin menjadi barang, pusaka, atau batu — kemungkinannya sangat kecil,” tambah dia.

Penjelasannya, proses perubahan tersebut tidak cepat, butuh waktu lama. Perubahan itu biasanya berhubungan dengan kondisi kesehatan ibu. Misalnya, anak mati dalam kandungan, prosesnya mengkhawatirkan, ibu bisa mengalami panas tinggi, kesadaran menurun, tensi naik,” kata dia. Kondisi seperti itu perlu pengobatan secara medis, jika tidak nyawa sang ibu bisa jadi taruhan. “Nggak mungkin selama berbulan-bulan, ada kelainan dalam kandungan, ibunya tenang-tenang saja,” kata dia.
Sumber: Somplak.com
read more

Wajah Babi Menyerupai Manusia

Kanal berita Guatemala melaporkan kelahiran seekor babi aneh berwajah menyerupai manusia. Menurut keterangan warga, malam sebelum babi ini lahir, UFO melayang di langit.

Menurut para warga setempat, fitur aneh babi ini merupakan hasil ‘kerja’ alien. Merujuk pada teori UFO bahwa alien menganggu hewan ternak, anggota media lokal ini menduga fitur aneh babi ini merupakan efek samping radiasi pesawat luar angkasa.


  
“Ide babi ini merupakan ‘keisengan’ alien atau hasil lintas spesies sangat konyol,” ujar Direktur Center for Integrated Animal Genomics Max Rothschild di Iowa University.

Pria yang juga menjadi koordinator USDA National Pig Genome Project ini menegaskan ada penjelasan sempurna pada tampilan serupa manusia pada hewan ini.

Pada 1-2% babi terlahir dengan cacat, ujarnya. Babi seperti ini bukanlah mutan melainkan lebih pada kesalahan mekanis yang muncul di rahim selama perkembangan. Selain itu, babi ini bisa juga merupakan hasil dari ‘makanan atau nasib buruk seperti sel yang tak membelah dengan benar’.

"Mekanisme replikatif ini terkadang memang salah,” ujarnya.

Rothschild menilai, dugaan kuat masalah yang terjadi pada babi ini adalah hydrocephalus, penumpukan cairan di tengkoran yang menyebabkannya bengkak.

“Keanehan semacam ini tak ada dasar genetiknya melainkan masalah yang timbul saat perkembangan,” paparnya.

Menurutnya, semua keturunan mamalia, termasuk manusia, bisa mengalami cacat perkembangan selama kehamilan. Hal ini terkadang bisa menyebabkan keguguran.

"Pada babi, kasus semacam ini terjadi karena babi telah berkali-kali melahirkan,” tutupnya seperti dikutip Science.

Berikut Videonya
 

Sumber:intermezonews.blogspot.com
read more